5 Jenis Komoditi Alam Yang Diimpor Indonesia

Indonesia adalah negara yang subur dan sangat cocok untuk dijadikan negara penghasil komoditi alam seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan juga peternakan. Namun, Indonesia adalah negara yang tergolong sebagai pengimpor komoditi alam yang cukup besar. Berikut adalah 5 jenis komoditi alam yang diimpor oleh Indonesia ala Liputan Bagus:

1.      Mengimpor Bawang Putih Dari Negara Vampir?!

bawang putih

courtesy of safuan

Setiap tahunnya Indonesia harus mengeluarkan ratusan juta dolar untuk mengimpor bawang putih dari Cina. Berdasarkan keterangan yang ditulis detikFinance, 3 Agustus 2011, bawang putih adalah komoditi hortikultura yang masih jarang ditanam di Indonesia. Sedangkan di China sendiri, bawang putih ditanam dalam jumlah massive sehingga harga yang mereka tawarkan sangat murah. Memang harga yang ditawarkan pihak Cina tergolong murah tapi berdasarkan data semester I-2011, total impor bawang putih Indonesia dari Cina sebesar 178,9 ribu ton dengan nilai US$ 132,77 juta.

2.      Impor Kentang Di Negara Penghasil Kentang?!

kentang

courtesy of ciprut

Demonstrasi menentang impor kentang digalakan para petani dari Jawa Tengah di pelataran Istana Presiden Republik Indonesia. Seperti yang ditulis Media Indonesia, 12 Oktober 2011, para petani itu adalah perwakilan dari ribuan petani yang kini pailit lantaran izin impor kentang besar-besaran yang disahkan oleh menteri peradagangan.

Harga kentang yang berasal dari China hanya berkisar Rp.2.200 per kilogram jauh dibawah kentang lokal yang berharga Rp.5.500-Rp.6.000 per kilogram. Di Dieng saja, sedikitnya 96 ton kentang impor dikirim setiap hari. Apabila biasanya kentang lokal akan habis dalam jangka waktu 2-3 hari, kini baru habis dalam 7 hari. Hal ini menyebabkan berkilo-kilo kentang lokal menjadi susut dan busuk. Kini ada sekitar 150 ribu buruh tani dan 15 ribu petani kentang di Dieng yang merugi.

3.      Impor Daging Sapi Untuk Menyambut Hari Suci?!

daging sapi

courtesy of pustaka pangan

Dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan daging dapi pada perayaan Idul Adha, pemerintah menambah kuota impor daging sapi dari 78.000 ton menjadi 100.000 ton. Galamedia edisi 20 September 2011 menulis, meningkatnya kuota impor sebesar 28.000 ton akan menyebabkan menurunnya harga daging sapi. Dan ini akan mengancam keberlangsungan bisnis daging sapi di Indonesia.

4.      Demi Mencapai Swasembada Beras Indonesia Mengimpor Beras?!

beras

courtesy of sulsel.go.id

Beras adalah bahan pangan yang paling dibutuhkan di Indonesia. Oleh karena itu, para petani di daerah pedesaan seakan berlomba-lomba memanfaatkan celah ini agar Indonesia dapat mencapai cita-citanya untuk menjadi negara swasembada beras. Namun aliran beras impor dengan deras menerjang Indonesia. Kontan edisi 6 Oktober 2011 mengemukakan data Badan Pusat Statistik yang mencatat jumlah beras impor yang masuk ke Indonesia pada periode Januari hingga Agustus 2011 sudah mencapai 1,62 juta ton dengan nilai US$ 861,23 juta. Impor tertinggi pada periode Januari hingga Agustus 2011 berasal dari Vietnam yang mencapai 905.930 ton atau 55,83%. %. Pada semester ke dua tahun ini Perum Bulog juga memiliki kontrak impor beras kurang lebih 500.000 ton.

5.      Impor Ikan Lemuru Sang Ikan Kalengan?!

lemuru

courtesy of indonetwork.co.id

Lucu memang bila kita mengatakan negara dengan sumberdaya laut terbesar di dunia mengimpor ikan dari luar negeri. Tapi itulah yang terjadi di Indonesia. Negara yang sangat lucu perihal impor-mengimpor.

Dengan alasan jumlah produksi Ikan Lemuru asal Jawa Timur yang merosot tajam, para pengusaha pembuat Ikan kalengan semakin giat mengimpor Ikan Lemuru. Tentunya ironis sekali, mengingat Jatim merupakan salah satu provinsi yang mempunyai wilayah pesisir terluas di Indonesia. Provinsi Jatim mempunyai 229 pulau dengan luas wilayah daratan sebesar 47.130,15 Km persegi, sementara lautan seluas 110.764,28 Km persegi.

Berdasarkan laporan yang ditulis Surabaya Post 26 September 2011, impor ikan lemuru untuk bahan sarden periode Januari sampai Desember tahun 2010 mencapai 10.839 ton dengan nilai Rp 55,69 miliar. Sementara tahun ini dengan periode Januari sampai Juli impor ikan lemuru mencapai 47.798 ton dengan nilai Rp 243,86 miliar.

Ditulis Berdasarkan Berbagai Sumber,

Yusuf Abdac

One Response to '5 Jenis Komoditi Alam Yang Diimpor Indonesia'

  1. Raj says:

    Mas Yusuf,
    Untuk produk lain saya no comment. Tapi untuk Ikan Lemuru faktanya memang hasil tangkapan nelayan sangat kurang. Saya sering menyaksikan nelayan pulang melaut tanpa dapat lemuru. Padahal sardine itu lemuru. Jadi nggak bisa sarden kaleng diganti isi Ikan lain. Permintaan Ikan sarden kalengan Dari luarnegeri sangat besar mas. Lalu kalau Ikan sardine tidak mencukupi Dari lokal Bagaimana? Impor Ikan lemuru memang meningkat, tapi itupun masih kurang. Dan banyak pabrik yg belum mau impor. Mereka memilih “istirahat” nunggu Ikan lokal Ada. Artinya ribuan karyawan libur tanpa gaji.

    Rakyat lagi yang susah, krn pemerintah mengetatkan keran impor lemuru. Justru Sapi yg disini banyak malah diimpor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

close