Posts tagged Prestasi

Capello Tetap Mempengaruhi Prestasi Inggris

[Sumber]

Di tengah keraguan yang menerpa, Inggris berhasil membuktikan diri sebagai salah satu tim papan atas eropa dengan meraih tiket perempat final Piala Eropa 2012. Bahkan skuad asuhan Roy Hodgson ini mampu menjadi juara Grup D dengan mengungguli Prancis yang lebih diunggulkan.

Di penyisihan Grup D, Inggris berhasil meraih 7 poin dari 2 kemenanagn dan satu laga imbang. Manajer Manchester City, Roberto Mancini menilai keberhasilan yang diraih Hodgson tidak mungkin terjadi kalau bukan karena usaha dan kerja keras pelatih sebelumnya, Fabio Capello.

Capello mundur dari jabatan pelatih Inggris pada 8 Februari lalu setelah bertikai dengan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) terkait pencopotan ban kapten John Terry. Posisinya kemudian baru digantikan Hodgson beberapa pekan sebelum Piala Eropa digelar.

“Inggris harus berterima kasih kepada Capello. Saya pernah melihat mereka bermain (di bawah asuhan Capello)dan saya mengenali organisasi permainannya,” ujar Mancini seperti dilansir Daily Mail, Kamis, 21 Juni 2012.

Mancini sendiri memuji langkah Hodgson yang tidak terlalu merombak habis-habisan skuad Inggris. Pelatih 63 tahun itu justru coba meneruskan apa yang telah dilakukan oleh Capello. Khususnya dalam fokus pertahanan tim.

“Dia (Hodgson) adalah pelatih yang cerdas. Dia mengetahui perubahan besar tidak akan berhasil diterapkan dalam waktu singkat. Jadi dia melanjutkan pekerjaan Capello hingga saat ini. Ia adalah seorang pelatih Inggris-Italia,” papar Mancini

Berbicara kepada Gazetta dello Sport, Mancini juga membantah anggapan bahwa ada hubungan yang retak antara Capello dengan sejumlah bintang Inggris seperti Wayne Rooney karena kendala bahasa.

“Saya mendengar beberapa pemain bintang Inggris memiliki masalah bahasa dengan dia (Capello). Itu rumor omong kosong, karena sepakbola memiliki bahasa yang universal,” tandas Mancini.

Saat Anak Ingin Ulangi Prestasi Ayah

[Sumber]

Miroslav Kadlec adalah salah satu pilar Republik Ceko saat mereka mengalahkan Portugal pada perempat-final untuk merebut gelar runner-up pada kejuaraan Eropa 1996. 16 tahun kemudian, anaknya, Michal Kadlec, siap mengulang sukses sang ayah saat kedua negara kembali bertemu pada babak delapan besar di Warsawa, Kamis 21 Juni 2012 atau Jumat dini hari WIB.

Ceko melangkah ke babak perempat-final dengan status tidak diunggulkan. Kiprah mereka selama penyisihan Grup A pun tidak terlalu cemerlang, setelah kalah 1-4 dari Rusia, mereka harus bersusah payah merebut kemenangan pada dua laga lanjutan melawan Yunani dan Polandia untuk meraih tiket dan status pemuncak klasemen.

Posisi yang sama juga terjadi pada skuad Ceko 16 tahun lalu. Komposisi skuad pecahan negara Uni Soviet itu nyaris tidak memiliki pemain dengan status pemain besar, kebanyakan mereka bermain di kompetisi lokal.

Michal Kadlec sadar kalau Portugal adalah kubu yang lebih difavoritkan, namun asa untuk mengulang memori sukses sang ayah tetap diusung pemain berusia 27 tahun itu.

“Grup mereka adalah salah satu yang terberat, bahkan sebelum kejuaraan dimulai. Jai kami sadar laga perempat-final ini tidak akan mudah. Ngomong-ngomong, memang kapan perempat-final kejuaraan Eropa mudah?” ujar Michal, seperti dilansir situs resmi UEFA.

“Ini adalah sebuah kebetulan laga pada 1996 kembali terulang, yang berbeda kami lolos sebagai peringkat pertama dan Portugal kedua. Tapi selain itu semua sama,”  lanjut pemain Bayer Leverkusen itu.

“Portugal adalah favorit dan jika berakhir seperti 1996, akan seperti mimpi. Kami akan lakukan segalanya agar perjalanan kami di turnamen ini tetap berlanjut,” imbuh Michal.

close